“Bu,  aku mau ngerjain tugas dulu ya!” celoteh seorang anak dengan riangnya seolah tanpa beban. 

“Tugas apa nak, kamu kan baru pulang sekolah?” jawab ibunya heran. 

“Ini Bu, tugas TTQ.” 

“Tapi kamu masih cape, sebaiknya istirahat dulu!”

“Nggak pa pa kok Bu, nggak cape ini.” 

Anak itu langsung membuka mushaf al Qur’an dan mulut mungilnya dengan lincah melafalkan ayat-ayat suci al Qur’an. Subhaanallooh…anak kelas 2 SD sudah punya tanggung jawab yang luar biasa khususnya dengan al Qur’an.  Kata ibunya,”Kegiatan ini sudah menjadi kebiasaannya tiap hari, dan pelajaran al Qur’an itu menjadi pelajaran favoritnya.”   

“Kok bisa ya ?”

Anak-anak kelas 2 itu sudah bisa tilawah dan menghafal sendiri dengan kemampuan yang menakjubkan. Yang luar biasa itu semangatnya lho! Mereka itu kalau ada waktu luang khususnya di sekolah, yang dikerjakannya adalah muroja’ah hafalan. Hafalan mereka ada yang sudah sampai surat Al Infithor, bahkan ada anak yang menyetorkan surat al Muthoffifin hanya dua kali nyetor (padahal surat al Muthoffifin itu termasuk surat yang panjang dalam juz 30). Alloohu Akbar!

“Berarti kalau begitu rata-rata hafalan mereka sudah hampir satu juz dong? “Anak-anak SD mana sih?”

“Itu anak-anak SD Fithrah Insani.”

“Jadi penasaran nih, seperti apa metode pembelajarannya, sehingga menjadi pelajaran yang t o p gitu?”

“Kalo penasaran, tengoklah ke kampus SDIT Fithrah Insani!”  

by Enung Karmila