Opini


Assalamu alaikum wr.wb.

Suara takbir bergema menandakan hari fitri, yakni Lebaran Idul Fitri 1 Syawal 1429 H kembali hadir di tengah-tengah kita. Shaum Ramadhan telah kita lewati, sehingga yang tinggal adalah semangat untuk beramal sholeh. Semangat tersebut  seharusnya tidak menurun karena kita terlenakan dengan suasana lebaran, kuatkan niat, mulailah targetkan amalan-amalan yang bisa kita laksanakan di bulan Syawal.

Pertama, targetkan silaturahim kepada keluarga besar, terutama orang tua dan saudara-saudara terdekat, kemudian perluas dengan silaturahim kepada tetangga, teman, dan kenalan-kenalan.

Kedua, targetkan untuk tetap menjaga qiyamullail, tilawah Al Quran, tahfidz Al Quran. Untuk target yang kedua ini memang butuh semangat yang tinggi karena godaan untuk melalaikannya sangat besar, sehingga selalulah bermohon kepada Allah swt sehingga kita terhindar dari kelalaian.

Ketiga, targetkan untuk segera mengqodho Shaum Ramadhan yang tertinggal karena halangan menstruasi, sakit, dll (khususnya bagi muslimah) sehingga bisa melanjutkan untuk shaum 6 hari di bulan Syawal.

Selanjutnya buatlah target-target lain sesuai kesempatan yang kita milik.

Wassalamu alaikum wr.wb.

Telah berakhir hari-hari yang penuh keberkahan,  telah berakhir hari-hari yang penuh ampunan dan pelipatgandaan pahala, yang telah memberikan semangat untuk para pencari ridho-Nya semakin mendekat kepada-Nya. Hari-hari yang penuh dengan keindahan beribadah… meniti jalan menuju taqwa.

Berakhirnya hari-hari indah tersebut jangan menjadikan kita terlena dengan kembali kepada kebiasaan buruk kita. Tetapi mari kita merenungi diri untuk menegaskan telah adanya bekal bagi perjalanan kita yang panjang, bekal persiapan yang memadai dalam melintasi dan mengarungi perjalanan panjang … “Dan berbekallah, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa, dan bertaqwalah kepada-Ku wahai orang yang memiliki akal”. (Al-Baqoroh : 197). Mari kita jadikan momentum ini menjadi momentum perubahan diri –tentu saja dalam makna perubahan menuju kebaikan, ishlah– guna merealisasikan amanah utama kita. (lagi…)

Hallo anak-anakku…Kaifa halukum? Ibu do’akan anak-anak SMPIT Fithrah Insani selalu berada dalam limpahan kasih sayang-Nya. Amiin 

Anak-anakku yang ibu sayangi…kurang dari satu bulan kita akan memasuki bulan suci yang kita nantikan yaitu bulan Ramadhan. Ibu yakin anak-anak sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin dengan memperbanyak ibadah-ibadah di bulan Sya’ban ini, diantaranya : shoum sunnah Senin Kamis, tilawah al Qur’an, sillaaturrahiim, infaq dll. O…iya jangan lupa  menjaga fisik dengan makan yang teratur dan rajin berolah raga supaya anak-anak selalu sehat, oke! Kalo kita sehat, ibadah yang kita lakukan jadi menyenangkan. Betul apa betul?  (lagi…)

WelcomeNgamprah – “Selamat datang, Ahlan wa sahlan, Welcome to Sekolah Islam Terpadu (SIT) Fithrah Insani“, begitulah banner besar yang dibentangkan bersamaan dengan peluncuran Pa Karso dengan tali dan kepala di bawah dan peluncuran Gisya, siswi baru Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) FI dari atas lantai dua gedung SMPIT FI dengan flying fox.

Hal tersebut menandai dimulainya acara Masa Orientasi Sekolah (MOS) bagi siswa-siswi MOS-SD-SMP IT-FIkhususnya siswa-siswi baru kelas I SDIT Fithrah Insani dan kelas VII SMPIT Fithrah Insani yang pembukaannya dipusatkan di halaman SMPIT FI. Memang selama satu pekan pertama ini (mulai tanggal 16 Juli 2007) siswa-siswi SDIT dan SMPIT FI melakukan MOS dan belum efektif belajar. Dalam masa satu pekan ini siswa-siswi baru mendapatkan berbagai permainan dan kegiatan untuk mempersiapkan diri memasuki masa belajar efektif pekan depan. (lagi…)

Ngamprah.- Sabtu pagi yang cerah menyuguhkan suatu suasana yang meriah tapi khidmad di SDIT Fithrah Insani.

Alumni SDIT FI Angk-1Yaaa…. Sabtu, tanggal 23 Juni 2007 yang lalu di SDIT FI diadakan acara gelar wisuda yang mengantarkan 19 lulusan siswa SDIT FI untuk melanjutkan pendidikannya di jenjang berikutnya. Acara yang dihadiri oleh seluruh para wisudawan, orang tua, guru dan staf, serta siswa-siswi SDIT FI ini berlangsung sangat meriah dengan berbagai penampilan kreasi seni dari siswa-siswi kelas-1 hingga kelas-5 dan para wisudawan serta tidak ketinggalan para guru-guru pun ikut tampil. Kemeriahan tersebut tetap tidak mengurangi kekhidmadan acara.

Acara dimulai dengan berbagai penampilan kreasi seni dari siswa-siswi kelas 1 dan kelas 2 dari pukul 07.30 hingga 09.00 yang menampilkan mulai dari baca puisi, menari, menyanyi, drama singkat, dan lain-lain. Tentu saja dengan berbagai tingkah lucu mereka. Pukul 09.00 tibalah saatnya acara puncak untuk wisuda 19 lulusan pertama SDIT FI dengan diisi sambutan dari ketua Yayasan, sambutan dari Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Ngamprah, dan wisuda oleh Kepala Sekolah SDIT FI.

Bahkan pejabat Cabang Dinas Pendidikan menyatakan apresisasinya kepada SDIT FI atas prestasi-prestasinya. Di antaranya kepada ananda AHMAD (Muhammad Abdurrahim) yang berhasil mencapai nilai 10 (sepuluh) untuk ujian akhirnya, bahkan beliau mengatakan bahwa semenjak jadi guru, kepala sekolah, dan sekarang jadi pengawas, baru kali ini ada siswa yang mencapai angka 10 di ujian akhir sekolahnya… SUBHANALLAH…. (lagi…)

Al-waqtu kasy-syaif (waktu adalah pedang), begitu pepatah menggambarkan tajamnya sang waktu. Masa lalu, masa kini, dan masa depan bersaing mengisi kehidupan. Masa kini, waktu menajam hingga berubahnya waktu kian tak terasa. Demikian pula perjalanan bangsaku yang telah berjuang lebih dari 350 tahun untuk merdeka dan 62 tahun berjuang mengisi kemerdekaannya.

Dalam perjalanan panjangnya itu, bangsaku belum juga bersepakat untuk menemukan gambaran masa depannya yang gemilang, apalagi bergandeng tangan melangkah ke sana dengan penuh suka cita. Mungkin hanya ada satu kesepakatan bahwa kita harus segera keluar dari kondisi masa kini yang tidak terlalu menyenangkan ini.

Gambaran ini menjadi sebuah ironi, sebagaimana Alice berdialog dalam kisah Alice in wonderland berikut :

(lagi…)

Tahukah kalian, apa yang ku harapkan dari pendidikan yang kulakukan atas anak-anak didikku? Sungguh, aku ingin mereka tumbuh berkembang menjadi anak-anak yang siap memikul beban amanah kehidupan. Aku ingin mereka tumbuh berkembang menjadi anak-anak yang kapanpun dan dimanapun selalu merasa bangga dan selalu bisa lantang berkata di depan setiap orang, siapapun dia “Isyhadu bi ana muslimun. Saksikan, inilah aku seorang muslim.” Allahu Akbar.

Menjaga Fithrah Membina Insan Kamil” adalah visi yang ditawarkan lembaga pendidikan tempatku mengabdi hari ini. (lagi…)

Menginjak genap usia 5 tahun, Yayasan Fithrah Insani (YFI) menggelar acara untuk memperingati miladnya yang ke-5 dengan GEMAR (Gelar Milad Riang) Fithrah Insani.

Acara tersebut diselenggarakan pada tanggal 24-25 Maret 2007 yang lalu dengan Balon Miladberbagai kegiatan, di antaranya adalah lomba-lomba (menggambar, mewarnai, dan game sains), bazaar, pentas kreasi seni, tasmi al-quran (oleh siswa-siswi SDIT FI), pelatihan guru (bagi guru-guru SD sekitar FI), open house, dan launching Majelis Taklim Fitrah Insani (MTFI).

Selain diselenggarakan di lingkungan SDIT dan SMPIT Fithrah Insani yang berada di Tanimulya, Ngamprah, acara milad YFI ini juga diramaikan di SDIT Fithrah Insani – 2 di Komplek Griya Prima Asri (GPA), Jl. Dadali E14 No. 13 Baleendah. Di sini dilaksanakan lomba menggambar, mewarnai, dan seminar hypnoparenting.